>
you're reading...
Biconers, Bird News

Ketika Kebebasan Burung Pemangsa di Renggut!!

2

Aktivis menyuarakan penolakan terhadap eksploitasi burung pemangsa (Foto by: Novi hardianto)

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) kemarin (18/04), di bawah guyuran hujan menggelar aksi di sekitar jalan Surapati, Gazibu, dan jalan Diponegoro, Bandung. Maraknya penangkapan dan perburuan elang untuk diperdagangkan membuat sejumlah aktivis merasa terusik akan hal tersebut. Dalam aksinya, mereka menyuarakan penolakan terhadap eksploitasi elang atau burung pemangsa oleh sebuah komunitas yang mengatasnamakan konservasi.

Jenis-jenis burung pemangsa dilindungi keberadaannya berdasarkan UU No.5 tahun 1990 serta PP No.7 dan 8 tahun 1999. Selain karena jumlahnya di alam semakin berkurang, Burung pemangsa pada dasarnya berperan sebagai top-predator (pemangsa puncak) dalam jaring-jaring makanan pada sebuah ekosistem. Hal ini menunjukkan bahwa elang menjadi pengontrol populasi dari mangsanya seperti ular, kadal, tikus, tupai dan lain-lain sehingga sebuah ekosistem berada dalam keadaan homeostasis atau seimbang. Beberapa jenis burung pemangsa juga sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan menjadi indikator sebuah ekosistem. Maka tidak heran jika jenis-jenis burung pemangsa merupakan jenis burung yang dilindungi.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dibayangkan apabila burung pemangsa berkurang bahkan tidak ada di alam, maka populasi mangsanya dapat meningkat. Sebagai contoh; ketika keberadaan burung pemangsa di suatu ekosistem tidak ada, maka populasi tikus yang merupakan hama bagi pertanian dan perkebunan akan meningkat. Hal ini dapat berimbas buruk tidak hanya dari segi ekologis melainkan juga segi ekonomi.

Penjinakan elang atau burung pemangsa dalam kegiatan falconry atau kegiatan lainnya yang menuntut si burung harus berinteraksi bukan dengan habitat aslinya membuat burung ketergantungan pada “keadaan” tersebut, dan hal ini tidak sesuai dengan sifatnya yang memang seharusnya berada liar di alam atau habitat aslinya.

Pada hakikatnya, semua satwa butuh kebebasan, dan “rumah yang sesuai” dengan perannya masing-masnig di alam. Oleh karena itu alangkah bijaknya ketika kita membiarkan semua burung pemangsa hidup di alam sesuai dengan habitatnya, dan tak hanya burung pemangsa namun begitu juga dengan satwa lainnya.

let’s conserve the birds and it’s habitat

Advertisements

About Bicons

Berdiri pada 24 September 1999, diinisiasi oleh beberapa orang yang peduli dengan pelestarian burung dan habitatnya. BICONS didirikan atas dasar pemikiran semakin terdesaknya keberadaan satwa liar di kawasan perkotaan. Burung dijadikan sebagai titik masuk BICONS untuk berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BICONS’ Archives

%d bloggers like this: