>
you're reading...
Biconers, Events

TOR SEMINAR & PAMERAN “SAVE OUR PREDATOR”

SAVE OUR PREDATOR

“Hidup Berdampingan Dan Harmonis Bersama Hewan Pemangsa”

 

Pendahuluan

Indonesia merupakan salah satu kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati. Salah satunya adalah hewan pemangsa yang diwakili oleh kelompok hewan karnivora dan burung pemangsa (raptor). Hewan pemangsa yang berada di puncak piramida makanan (top predator) mempunyai peran sangat penting sebagai penyeimbang ekosistem sebuah kawasan. Hal ini menyebabkan sebagian masyarakat Indonesia telah mengenal dan memberikan posisi yang cukup istimewa dalam kehidupan sehari-hari. Begitu kental dalam keidupan masyarakat cerita tentang harimau maupun garuda.

Hewan pemangsa

Hewan pemangsa (predator) adalah jenis hewan yang memburu, menangkap dan memakan hewan lain. Keberadaannya selalu menarik untuk diperhatikan baik mengenai kehidupannya maupun hubungannya dengan kehidupan manusia. Sebagian besar masyarakat di Indonesia telah lama mengenal harimau dan garuda, misalnya secara turun temurun melalui dongeng.

Sebagai Top Predator dalam piramida makanan, menjadikan keberadaan dan fungsi hewan pemangsa sangat penting sebagai penyeimbang ekosistem sebuah kawasan. Keberadaan dan kesehatan populasi mereka tergantung dari kesehatan ekosistem tempat mereka tinggal. Oleh karena itu, keberadaan mereka dapat menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan suatu ekosistem. Penurunan populasi mereka bisa menjadi sebuah masalah bagi ekosistem dimana manusia bergantung kepadanya.

Ancaman

Di sisi lain, tingkat kerusakan hutan dan lingkungan semakin tinggi dan meluas di beberapa wilayah di Indonesia. Di pulau Jawa misalnya. Hutan yang dulu merata hampir di seluruh pulau, kini hanya bersisa di beberapa kawasan konservasi dan puncak gunung. Selebihnya telah berubah menjadi lahan pertanian dan pemukiman. Wilayah hutan yang menjadi habitat mereka kian sempit, sehingga hewan ternak yang ada di sekitar hutan kadang menjadi sasaran. Hal ini menjadi konflik satwa dengan manusia menjadi tinggi, dan biasanya selalu satwa yang disalahkan. Keadaan ini menjadi ancaman serius bagi populasi berbagai satwa, terutama bagi predator. Apabila hal ini berlangsung tanpa kendali akan menyebabkan kepunahan berbagai jenis satwa, seperti halnya yang telah di alami oleh harimau jawa.

Kebiasaan manusia mengeksploitasi satwa untuk kebutuhan konsumsi maupun hobi menjadi ancaman lain yang tidak kalah serius bagi predator. Perburuan dan perdagangan misalnya. Semua jenis predator dan bagian-bagiannya dilindungi undang-undang yang berlaku di Indonesia, namun begitu hal ini tidak mengurangi minat manusia untuk memburu, ememlihara dan memperdagangkannya.

Nilai Konservasi Bagi Masyarakat

Kegiatan penelitian dan perlindungan satwa di alam, termasuk predator, telah dilakukan sejak lama. Begitu juga dengan upaya penertiban terhadap para pedagang dan pemburu. Namun perburuan dan perdagangan satwa maupun bagian-bagiannya masih saja berlangsung hingga saat ini. Populasi satwa di alam, termasuk jenis predator, semakin menurun dengan drastis. Salah satu penyebabnya adalah karena masih tingginya permintaan pasar terhadap satwa maupun bagiannya. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat menjadi penyebab selanjutnya mengapa perburuan dan perdagangan satwa masih saja berlangsung.

Diperlukan kegiatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai nilai penting predator dan habitatnya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat, terutama generasi muda.

Peran masyarakat, terutama generasi muda, merupakan modal utama dalam pelestarian dan perlindungan satu kawasan dan satwa liar di dalamnya. Keberhasilan program pendidikan lingkungan adalah langkah awal dalam menciptakan suatu suasana positif untuk  upaya perlindungan kawasan hutan.

Tema

“Hidup berdampingan dan harmonis bersama hewan pemangsa“

Pengambilan tema ini dilakukan dengan melihat nilai penting keberadaan predator di alam. Predator memiliki fungsi tersendiri bagi keberlangsungan sebuah ekosistem, tidak hanya sebagai pemangsa namun juga berperan sebagai penyeimbang sebuah ekosistem.

Sasaran

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dan generasi penerus bangsa.

Tujuan

Meningkatkan pengetahuan dan menyebarkan informasi yang berkaitan dengan usaha konservasi predator dan habitatnya di Indonesia.

  1. Menumbuhkan minat para generasi muda serta membangun jaringan para pemerhati satwa dalam usaha konservasi predator dan habitatnya di Indonesia.
  2. Menekan angka perdagangan satwa liar dan bagiannya

Keluaran

  1. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang konservasi predator dan habitatnya di Indonesia.
  2. Bertambahnya pengamat dan pemerhati predator di Indonesia
  3. Berkurangnya perdagangan satwa liar dan bagiannya

Bentuk Kegiatan

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang bertemakan “Hidup berdampingan dan harmonis bersama hewan pemangsayang akan dilakukan di beberapa kota di Pulau Jawa. Rangkain kegiatan tersebut berupa talkshow dan pameran tentang predator serta pemantauan bersama migrasi raptor.

 I. Seminar

Kegiatan  yang akan dilaksanakan berupa pemaparan materi oleh masing-masing lembaga yang        berpartisipasi dalam kegiatan ini. Materi yang akan disampaikan tidak terlepas dari kondisi terkini beberapa satwa predator seperti elang dan harimau, serta upaya penegakan hukumnya terkait dengan perdagangan satwa.

Tema yang akan disampaikan dalam seminar/talkshow tersebut di antaranya adalah:

  • Karnivora sebagai penyeimbang dari sebuah ekosistem (Oleh : Forum Harimau Kita)
  • Raptor; nilai penting dan status konservasinya di Indonesia (Oleh : Perkumpulan Raptor Indonesia)
  • Perdagangan satwa dan bagian-bagiannya adalah ancaman serius bagi usaha konservasi predator di Indonesia (Oleh: Wildlife Conservation Society)
  • Rehabilitasi untuk pelepasliaran sebagai salah satu jalan untuk menjaga keseimbangan ekosistem (Oleh: Perkumpulan Suaka Elang)

II. Pameran

Sebagai penunjang kegiatan talk show akan dilaksanakan juga sebuah pameran mengenai kegiatan yang telah dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Pameran yang diadakan akan memberikan gambaran nyata mengenai kegiatan yang telah dilakukan dalam menjaga dan mendukung keberlangsungan predator di alam.

III. Pemantauan migrasi raptor

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengenalkan raptor secara langsung kepada masyarakat umum.

Advertisements

About Bicons

Berdiri pada 24 September 1999, diinisiasi oleh beberapa orang yang peduli dengan pelestarian burung dan habitatnya. BICONS didirikan atas dasar pemikiran semakin terdesaknya keberadaan satwa liar di kawasan perkotaan. Burung dijadikan sebagai titik masuk BICONS untuk berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BICONS’ Archives

%d bloggers like this: