>
you're reading...
Uncategorized

BIOEKSKURSI TAMAN NASIONAL GN.HALIMUN-SALAK (TNGHS), SBI MADANIA feat. BICONS (part.1)

Pertengahan April lalu, tepatnya tanggal 19 April, BICONS berkesempatan berkunjung ke Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS). Kunjungan BICONS kali ini dalam rangka guiding Bioekskursi teman-teman dari SBI Madania, Bogor selama 3 hari. Secara administratif, TNGHS termasuk ke dalam 3 wilayah kabupaten, yaitu Kab. Bogor, Sukabumi, dan Kab. Lebak, Banten. Perjalanan Bandung-Sukabumi dapat ditempuh selama + 8 jam. Kemudian untuk masuk ke dalam kawasan TNGHS dari Sukabumi dapat ditempuh sekitar + 3 jam.

Alam TNGHS sangat memanjakan mata para pengunjungnya. Pepohonan yang tinggi menjulang dan perkebunan teh yang terhampar luas menjadi pemandangan yang umum dijumpai di TNGHS. Kicauan burung berbagai jenis dan macam-macam warnanya saling bersahutan menyempurnakan pemandangan di TNGHS. Sungguh menyajikan pemandangan yang eksotis, dimana semua elemen dalam hutan TNGHS dapat dilihat secara dekat dan hidup beriringan satu sama lain.

Foto : Kebun teh disekitar homestay, Citalahab

Foto : Inilah salah satu homestay yang ada di Citalahab, tempat menginap kita selama di TNGHS.

Trakking bersama teman-teman SBI Madania dimulai pada hari ke-2. Jalur trakking menuju puncak Gn. Andam, kemudian dilanjutkan menuju stasiun riset Cikaniki, dan terakhir mengunjungi Glowing Mushroom yang terletak tidak jauh (+ 200 m) dari stasiun riset Cikaniki. Awal perjalanan dimulai dari Camping Ground, Citalahab dengan materi pertama mengenai Bird Watching dan Mistnetting.

Foto : Persiapan memasuki hutan TNGHS

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi 5 tim bersama tutor masing-masing : BirdWatching n Mistnetting (Kang Dani), Survival n Sheltering (Kang Ashof), Navigasi Darat (Luthfan), Herbarium (Nanad), Mammal Watching n Diapro (Gema).

Foto : Sinar matahari menyeruak masuk ke dalam hutan TNGHS

Bersyukur sekali ketika perjalanan trakking menuju Gn. Andam, kami menemui Endangered Species yang ada di TNGHS, yaitu Owa Jawa (Hylobates moloch). Berhasil didokumentasikan lengkap dengan pose nya. Bahkan tampak Owa tersebut sedang menggendong anaknya =).

Foto : Endangered Species, Hylobates moloch (Owa Jawa) di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak

Tak lama kemudian, sang Owa Jawa ini sempat membuang hajat yang kami saksikan secara live dan..inilah potretnya..fresh from the oven =p

Foto : Feces Owa Jawa (yeaks.. -__-‘)

Perjalanan kembali dilanjutkan. Sepanjang perjalanan banyak ditemui tumbuhan khas seperti Puspa (Schima wallichii), Tangkur gunung (Lophatherum gracile) – umbinya dapat dimanfaatkan untuk obat kuat menurut masyarakat setempat, Rasamala (Altingia excelsa), Begonia sp – batang nya yang berair dapat dikonsumsi, merupakan salah satu jenis tumbuhan untuk survival, Tepus, beberapa jenis anggrek Bulbophylum sp dan Dendrobium sp ditemukan juga di TNGHS. Sambil berjalan dan mengamati alam sekitar, para peserta Bioekskursi berdiskusi dan mengambil sampel sesuai dengan materi kelompok masing-masing.

Foto : Aktivitas peserta BioEkskursi di lapangan

Selanjutnya, dilakukan juga pengamatan Macan Tutul (Phantera pardus) secara tidak langsung, yaitu melalui jejak, cakar (marking) atau bekas makan macan. Pada kesempatan tersebut, ditemukan cakar macan tutul dan bekas makannya. Cakar ini sebagai marking (penandaan daerah kekuasaan) yang lazim dilakukan oleh kelompok Felidae. Kemudian, ditemukan pula bekas makan macan yang diduga adalah seekor landak (dapat dilihat dari duri-duri landak yang tersisa). Hal ini menunjukkan bahwa daerah yang kami lalui adalah jalur yang dilalui oleh macan tutul dan juga mengindikasikan keberadaan macan di daerah tersebut.

Foto : Marking Macan Tutul (Panthera pardus) dan bekas makanannya (lihat : sisa duri landak)

Perjalanan dilanjutkan..semakin menanjak dan curam..dan semakin mendekati puncak sepertinya. Beruntung sekali cuaca cukup bersahabat, cerah berawan. Waktu menunjukkan sekitar pukul 12.30 siang, akhir tujuan dari pendakian ini pun mulai tampak.

Advertisements

About Bicons

Berdiri pada 24 September 1999, diinisiasi oleh beberapa orang yang peduli dengan pelestarian burung dan habitatnya. BICONS didirikan atas dasar pemikiran semakin terdesaknya keberadaan satwa liar di kawasan perkotaan. Burung dijadikan sebagai titik masuk BICONS untuk berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Discussion

2 thoughts on “BIOEKSKURSI TAMAN NASIONAL GN.HALIMUN-SALAK (TNGHS), SBI MADANIA feat. BICONS (part.1)

  1. coba bisa jepret macan tutul ya hehe

    Posted by garayy | 5 June 2012, 12:09 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BICONS’ Archives

%d bloggers like this: