>
you're reading...
Biconers

Ratusan dah lewati Jatinangor!!

Alert..alert..

Bagi para pecinta burung especially Raptor, khususnya yang berada di Bandung, Jatinangor dan sekitarnya, teman-teman kawasan Asia Utara dan Asia Timur telah datang! Tanggal 15 Oktober 2008, lebih dari 400 raptor migrant tercatat telah melewati kawasan pendidikan Jatinangor.

Lebih dari 10 BICONS’ers dan teman-teman anggota HIMBIO Unpad melakukan pengamatan raptor migrant pada hari itu.

Selama satu jam pengamatan dilakukan dari pukul 16.00-17.00 tercatat lebih dari 380 individu  Accipiter soloensis (Chinese Goshwak) dan 26 individu Pernis ptilorhynchus (Oriental Honey Buzzard) .

Menurut informasi teman-teman Himbio, beberapa hari sebelumnya terlihat satu individu raptor migrant yang perching (bertengger) di dekat kampus Biologi Unpad (sore hari) .

Setidaknya ada 3 jenis raptor migrant yang umum melewati pulau Jawa, yaitu Accipiter soloensis (Chinese Goshawk),  Accipiter gularis (Japanese Sparrowhawk),dan Pernis ptilorhynchus (Oriental Honey-Buzzard).

Pertemuan pertama dengan burung pemangsa migrant di Bandung dan sekitarnya terjadi pada Ahad 12 Oktober 2008 pada pukul 08.20 wib. Terlihat satu individu Chinese Goshawk terbang membelah langit Taman Ganesha dari arah kawasan Bandung Utara, setelah melewati Ruang Terbuka Hijau Ganesha dan sekitarnya, burung tersebut berbelok ke arah timur, kembali masuk ke jalur terbang utamanya.

Kawasan Bandung utara memang sudah lama diketahui sebagai jalur terbang migrasi burung. Jika dilihat jalur terbang ketika melewati Bandung, paling tidak terdapat dua jalur yaitu Jalur Utara dan Jalur Selatan. Jalur Utara diperkirakan burung-burung tersebut masuk melalui deretan pegunungan di Burangrang-Tangkuban Parahu. Setelah itu mereka mengikuti jalur hijau (hutan) yang terdapat di utara Bandung yaitu Bukit Tunggul  – Lembang Ridge-Maribaya-Dago Utara- dan berakhir di Manglayang. Gunung Manglayang menjadi pintu keluar dari Bandung. Sedangkan untuk jalur selatan belum banyak diketahui jalur terbangnya, namun diprediksi tidak berbeda jauh dengan kondisi jalur yang dipakai di sebelah utara yaitu kawasan hijau (hutan) yang masih tersisa.

Kembali ke catatan pengamatan di Jatinangor pada 15 Oktober, burung-burung tersebut terlihat terbang dari puncak Manglayang meluncur lurus kearah selatan melewati kampus Unpad. Pada umumnya mereka terbang dengan kecepatan tinggi, mungkin mengejar waktu istirahat di tempat yang dituju, dengan tinggi terbang beragam mulai yang rendah (sekitar 25 meter dari permukaan tanah) hingga sangat tinggi (diamati dengan Binokular Nikon Action 8 x 40 nampak hanya titik-titik objek bergerak saja). Dilihat dari arah terbang, diprediksikan burung-burung tersebut menuju ke arah hutan di Taman Buru Masigit Kareumbi. Kawasan tersebut merupakan kawasan hutan yang tersisa di Bandung Timur.

Ya, mungkin itu catatan dari pengamatan kemarin…

(Tedi Setiadi & Ayu Savitri)

Advertisements

About Bicons

Berdiri pada 24 September 1999, diinisiasi oleh beberapa orang yang peduli dengan pelestarian burung dan habitatnya. BICONS didirikan atas dasar pemikiran semakin terdesaknya keberadaan satwa liar di kawasan perkotaan. Burung dijadikan sebagai titik masuk BICONS untuk berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BICONS’ Archives

%d bloggers like this: