>
you're reading...
Biconers

Biodiversity Journey to Borneo Part 2

Feeding time Orang Utan

Feeding time Orang Utan (Wijetilaka, 2008)

Dari laut, perjalanan kami pun dilanjutkan ke pegunungan. Berangkat dari Kota Kinabalu, kami melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat dan bis menuju Sepilok, lokasi pusat rehabilitasi Orang Utan di Sarawak.

Setelah dari Sepilok, perjalanan pun dilanjutkan ke Deramakot. Deramakot adalah lokasi hutan yang digunakan sebagai Sustainability Logging Forest. Cara kerja para logger di Deramakot ini adalah dalam waktu 2 tahun mereka hanya menebang pohon dari 2 plot di dalam hutan. Pohon yang ditebang pun sudah ditentukan besar diameternya dan ada tidaknya lubang di dalam batang. Arah tebangnya pun ditentukan, dipilih lokasi jatuhan yang jumlah tumbuhannya paling sedikit atau tidak jatuh di atas tumbuh-tumbuhan tertentu. Ada satu fakta yang saya dapatkan di deramakot ini. Hampir seluruh pekerja penebang kayu disini adalah orang Indonesia. Perkebunan kelapa sawit yang mengelilingi deramakot memiliki pekerja yang hampir seluruhnya adalah orang Indonesia. Upah yang mereka dapat sebesar 10 RM (Rp.35.000 dengan kurs 1 RM = Rp. 3.500) sudah termasuk uang makan.  Hm.. sedih memang. Tapi dari pekerja-pekerja Indonesia yang saya temui, mereka lebih memilih untuk bekerja di negeri ini karena di Indonesia belum tentu mereka bisa mendapat upah serupa. Terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil di negeri kita. Satu lagi hal menarik dari Deramakot. Menurut informasi, masih banyak hewan mamalia besar yang hidup di wilayah hutan ini salah satunya gajah. Info diperkuat oleh kami yang menemukan kotoran gajah di lokasi hutan tersebut. Banyak juga burung-burung menarik yang ada di Deramakot.

Kotoran Gajah, photo by Wijetilaka (2008)

Kotoran Gajah, photo by Wijetilaka (2008)

Sempur hujan-darat (Eurylaimus ochromalus) di Deramakot, photos by Nayana Wijetilaka (2008)

Sempur hujan-darat (Eurylaimus ochromalus) di Deramakot, photos by Wijetilaka (2008)

Jejak xxxxx, photo by Ramirez (2008)

Jejak kaki dari Famili Bovidae, photo by Ramirez (2008)

Advertisements

About Bicons

Berdiri pada 24 September 1999, diinisiasi oleh beberapa orang yang peduli dengan pelestarian burung dan habitatnya. BICONS didirikan atas dasar pemikiran semakin terdesaknya keberadaan satwa liar di kawasan perkotaan. Burung dijadikan sebagai titik masuk BICONS untuk berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BICONS’ Archives

%d bloggers like this: