Akhirnyaaaa…sampai juga di puncak Gn. Andam! Puncak Gn. Andam merupakan spot terakhir yang kami lalui sebelum akhirnya turun menuju Stasiun riset, Cikaniki. Gn. Andam merupakan salah satu puncak yang ada di TNGHS. Di puncak ini dijumpai Nephentes sp (Kantung semar) yang merupakan salah satu flora endemik dan menjadi indicator keasaman tanah.
Foto : Nephentes sp (Kantung semar) di puncak Gn. Andam
Foto : Here it is…..!view puncak Gn. Andam
Kami beristirahat sejenak dengan menyantap pisang n jagung rebus (kaya karbohidrat =p) sambil menikmati view puncak Gn. Andam. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju stasiun riset Cikaniki untuk evaluasi hasil akhir pengamatan di TNGHS =).
Stasiun riset Cikaniki menjadi tempat untuk melanjutkan rangkaian acara selanjutnya. Setiap kelompok diberi waktu untuk diskusi kemudian mempresentasikan hasil kerja masing-masing di depan seluruh peserta.
![]()
Foto : Diskusi dan Sharing hasil kerja kelompok
Stasiun riset Cikaniki sepertinya menjadi best spot untuk pengamatan, terutama burung. Beberapa kali dijumpai Srigunting Kelabu (Dicrurus leucophaeus) bertengger di kabel antena. Kemudian tampak pula Sepah Gunung (Pericrocotus miniatus) yang flocking dari satu pohon ke pohon lain dengan warna orange yang mencolok.
Foto : Sepah Gunung (Pericrocotus miniatus)
Sekitar 20 jenis burung yang berhasil dijumpai dan teridentifikasi oleh tim Birdwatching selama pengamatan di TNGHS, diantaranya Takur tohtor (Megalaima armilaris), Srigunting Batu (Dicrurus paradiseus), Sitta azurea, Takur Bututut (Megalaima corvina), dan Gelatik Batu (Parus major). Beberapa spesies lain ditemukan dalam mistnet, diantaranya Empuloh Janggut (Criniger bres), Pelanduk Bukit, dan Pijantung Kecil (Arachnotera longirosta). Selain burung, terdapat kelelawar juga yang terjebak dalam mistnet =)
Foto : Kelelawar yang terjebak dalam mistnet
Tak lupa pula kami mengamati glowing mushroom yang terkenal dan letaknya tidak jauh dari Stasiun Riset Cikaniki. Hanya berjarak + 200 m dari Stasiun Riset, kami telah sampai di tempat glowing mushroom. Pengamatan glowing mushroom dilakukan ketika waktu maghrib. Sungguh menakjubkan bisa melihat glowing mushroom yang unik ini. Cahaya hijau nya berpendar di kegelapan. Ukuran jamur ini sendiri bisa dibilang sangat kecil. Jamur ini memiliki kemampuan bioluminescent akibat adanya reaksi kimia sehingga mampu berwarna hijau menyala di kegelapan.
Petualangan di TNGHS diakhiri oleh pengamatan glowing mushroom. Rasanya masih ingin menghabiskan waktu lebih lama di TNGHS. Mudah-mudahan masih ada kesempatan untuk bercengkrama dengan alam ini beserta koleksi makhluk hidup yang mempesona, tidak hanya untuk kita sekarang, tapi juga untuk mereka….nanti.
.Nnad.
sayang banget ,, kalau jarang di update blognya…padahal bagus aktifitasnya..
Posted by catatan sibirumuda | 14 August 2011, 5:47 amGunung Halimun memang indah lebih indah lagi kalau tidak ada yang menebang pohon kalau bisa kita tanam dan pelihara lagi pohon Rasamala di Gunung Halimun
Posted by Hasan Bisri | 23 November 2011, 7:04 am