Seminar “Changing lifestyle, Changing Life and Corporate Social Responsibility as a Choice for Biodiversity Conservation”

8 September 2009

Erasmus Huis, the Cultural Centre of the Netherlands Embassy, Jakarta
01 September 2009

Berangkat dari Bandung Pukul 08:45 WIB dengan Kereta Api Parahyangan dari Stasiun Bandung dan kemudian tiba di Stasiun Gambir pada Pukul 12.00 WIB. Akhirnya anggota BICONS, Siti Hazar dan Felicia Lasmana tiba di Erasmus Huis atau Kedutaan Besar Belanda yang berada persis di sebelah Kedutaan Besar India, Polandia dan Singapura, Jalan Rasuna Said. Pertama kali tiba di Erasmus Huis kita langsung dihadapkan pada pengamanan yang super ketat jadi masih sangat kentara sekali isu teroris nih… Apalagi sepanjang jalan menuju Erasmus Huis di depan tiap kedutaaan pasti ada satuan pengamanan yang lengkap dengan kacamata hitam, masker hitam plus benteng super tinggi dan tebal serta kamera CCTV Weks….Memasuki kompleks Erasmus Huis (baca: Eras-mus Heu-is), kita bingung juga pas ditanya mo kemana? Kita pan taunya Seminar CSR teh di Erasmus Huis tapi bagian mananya kurang tahu. Ya sudahlah jadi kita ikut seorang Bapak yang juga staf di sana dan ternyata seminarnya di lantai 2 yaitu, Auditorium Erasmus Huis. Berhubung masih jam 1an dan seminar baru mulai jam 2 jadi kita liat2 pameran ilustrasi dulu yang telah berlangsung mulai 11 Agustus – 3 Oktober 2009 di lantai 1. Pas mo masuk ruang pameran akhirnya ketemu teman lama ketika di Operation Wallacea, Buton 3 tahun lalu. Sekarang dia “Fikty Aprilinayati” sudah jadi guru SD Internasional Australia di Kemang. Walaupun demikian dia masih mengikuti perkembangan berita dan informasi tentang isu keanekaragaman hayati. Jadi wae kita reuni di sana hehe :D . Waktu terus berjalan dan tiba saatnya untuk memasuki ruang seminar. Peserta yang datang sedikitnya 80 hingga 100 orang dari berbagai instansi, NGO, maupun masyarakat umum.

Acara seminar dibuka oleh Ibu Pam Minnigh yang adalah Executive Director PILI-Green Network. Lalu acara dilanjutkan oleh moderator Ibu Damayanti Buchori, seorang entomologist dari Institut Pertanian Bogor yang kemudian memperkenalkan para panelis/narasumber. Narasumber yang diundang berasal dari 4 perusahaan besar lokal maupun asing, yaitu Bapak Usman (CHEVRON), Bapak Kardi Maryoto (BSP – Bakrie Sumatera Plantation), Ibu Sinta Kaniawati (Unilever), dan Ibu Yolanda Tobing (BNI 1946). Pada berbagai sisi secara umum dijelaskan berbagai program CSR (Corporate Social Resposibility) perusahaan ini terkait dengan isu biodiversitas. Ibu Sinta dari Unilever memperkenalkan Mallika yaitu varietas kedelai hitam hasil kerjasama penelitian Unilever dan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Selain itu ada pula program Kali Berantas di Surabaya. Isu yang diangkat terkait dengan biodiversitas adalah sustainable agriculture dan sustainable growth. Bagaimana keanekaragaman hayati menjadi sumber dan nyawa dari pembangunan terutama pertanian yang berkelanjutan. Pertanian yang tidak hanya semata-mata mementingkan hasil produksi tapi juga dapat mengangkat derajat hidup warga miskin khususnya petani. Isu pertumbuhan penduduk yang vital bagi pembangunan berkelanjutan juga dibahas oleh Ibu Sinta. Di pinggiran Kali Berantas, dahulu umumnya para penduduk tidak peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah sembarangan atau langsung ke sungai. Dengan adanya program dari Unilever, masyarakat bahu membahu dan dapat mandiri untuk melestarikan lingkungan dengan cara membuat kompos dan memisahkan sampah organik dan anorganik. CSR yang dimaksud tentunya bukan philantropi belaka tapi bagaimana sumbangsih perusahaan dapat berguna untuk kemandirian masyarakat dalam pembangunan. Selanjutnya Bapak Usman dari CHEVRON menjelaskan tentang proyek gas buminya di Sukabumi dan Garut. Isu biodiversitas yang diusung adalah berbagai program kemitraan Chevron misal Raptor Sanctuary di Gunung Salak, Bogor yang disebutnya sebagai Corporate Responsibility (CR). Bapak Kardi dari BSP juga kemudian menjelaskan berbagai program BSP dalam rangka konservasi hutan yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kelapa sawit. Dan akhirnya panelis terakhir yaitu, Ibu Yolanda dari BNI 1946 menjelaskan program BNI Green Initiatives. Akhir acara pun akhirnya ditutup oleh diskusi dan review dari Bapak Jalal (Direktur CSR Indonesia) dan penutupan oleh Ibu Pam Minnigh.

Secara singkat seminar ini membahas bahwa CSR di Indonesia tak hanya untuk changing lifestyle atau changing life tapi juga changing mindset (mengubah pola pikir sehingga masyarakat lebih sadar terhadap lingkungan). Program kemitraan atau parthership dapat pula dijadikan salah satu program CSR. Walaupun demikian kenyataannya CSR di Indonesia masih saja tak lepas dari dogma business as usual. Selain itu masih banyak pula perusahaan yang masih tidak peduli terhadap lingkungan apalagi isu biodiversitas. Lebih lanjut masih banyak pula perusahaan yang masih menganggap bahwa CSR merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. Bisa jadi oleh karena itu perusahaan dan LSM lingkungan tidak pernah dapat berjalan beriringan. Memilih jalan antar konservasi dan evolusi tentunya akan menjadi sulit apabila realita yang terbentuk seperti ini. Namun bagaimana cara kita sebagai warga dunia untuk menyikapi hal tersebut? Itu adalah pertanyaan bagi kita semua.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai rangkaian acara ini dapat dilihat link berikut ini http://www.pili.or.id/exhibition/Home.html

http://www.facebook.com/album.php?aid=100147&id=830879557&l=65c55e04b6

Entry Filed under: Biconers, Bird News, Events. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed


BICONERS

BICONS’ History

BICONS (Bird Conservation Society) is established by group of birders to support bird conservation and its habitat. BICONS was founded in September 24th 1999, based on reality of depression of wildlife existence in urban area. Birds as entry point are applied for any BICONS conservation environmental efforts. BICONS’ vision is “To sensitize people in conservation of bird and its habitat”, demonstrated in programs which focused on research, capacity building, public awareness, supporting conducive policy, and networking development.

 

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

BICONS’ Menus

BICONS' Posts

Recent Comments

mba kasir on PRESS RELEASE PERINGATAN HARI …
bicons on Photo2 HCPSN 2008
bicons on PRESS RELEASE PERINGATAN HARI …
fassa on Photo2 HCPSN 2008
fassa on PRESS RELEASE PERINGATAN HARI …
farid on LOWONGAN VOLUNTER PANITIA HCPS…
mba kasir on LOWONGAN VOLUNTER PANITIA HCPS…
yoga on BERSALING #5
pel4tukbsc on BERSALING #5
flasmana on SBW
Hesty on SBW
Moises Guterres de S… on AGENDA
bicons on Ekspedisi Kutilang
Jakarta Birder on Ekspedisi Kutilang
Deni on Ekspedisi Kutilang

BICONS’ Tags

1 Bandung Kotaku Hijau BERSALING Biconers Biodiversity Biodiversity Race Biorace BIRDRACE BOP 2007 BOP 2008 BOP II Borneo Diskusi event Events Flu burung GBM Bojongkoneng Halimun Hari Bumi 2008 Harvard HCPSN 08 HCPSN 2008 HCPSN 2009 Idul Fitri Islam Jalan2 Jawa Barat Journey Launching buku Lingkungan Lokakarya lomba blog Pameran Pameran Lingkungan Ramadhan Ranca Bayawak Raptor migran RE Registrasi SBW Talun undangan Volunter Water Bird WBWR 2008

Blog Stats

BICONS’ Archives

Categories